Senin, 12 Agustus 2024

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN

 


Saya Almubarak Hadi, Calon Guru Penggerak angkatan 10 dari Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Berikut ini adalah kesimpulan yang saya buat pada tahap koneksi antar materi pada modul 3.1. Kesimpulan ini dibuat berdasarkan panduan pertanyaan yang ada di LMS.

 

Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka (Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani) berkaitan erat dengan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin. Sebagai pemimpin, kita harus memberikan teladan dengan mengambil keputusan yang mencerminkan nilai-nilai etika dan bijaksana (Ing Ngarso Sung Tulodo). Di tengah-tengah anggota, kita perlu melibatkan dan memotivasi anggota dengan mendengarkan masukan serta menciptakan lingkungan yang kolaboratif (Ing Madya Mangun Karso). Setelah keputusan diambil, peran kita adalah memberi dorongan dan dukungan kepada anggota untuk melaksanakannya dengan penuh keyakinan (Tut Wuri Handayani). Dengan menerapkan filosofi ini, kita tidak hanya memimpin dengan bijak, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang membahagiakan dan berpihak pada murid.

 Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita berfungsi sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan. Nilai-nilai ini membentuk pandangan kita tentang apa yang dianggap benar, penting, dan bermakna, sehingga mempengaruhi prinsip-prinsip yang kita pegang. Misalnya, jika seseorang memiliki nilai kejujuran yang kuat, maka dalam pengambilan keputusan, prinsip keterbukaan dan integritas akan menjadi prioritas. Begitu juga, jika nilai-nilai seperti kesetaraan atau empati mendominasi, maka keputusan yang diambil cenderung mempertimbangkan dampak sosial dan kesejahteraan orang lain. Dengan demikian, nilai-nilai ini secara langsung akan membimbing kita dalam memilih prinsip yang dijadikan pedoman dalam pengambilan Keputusan. Selain itu nilai-nilai tersebut akan memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil sudah selaras nilai kebajikan yang sudah tertanam dalam dirinya.

 

Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Materi pengambilan keputusan sangat terkait dengan kegiatan ‘coaching’ dalam proses pengambilan dan evaluasi keputusan. Dalam sesi coaching, pendamping atau fasilitator akan membantu kita mengevaluasi efektivitas keputusan yang telah diambil, membandingkannya dengan tujuan awal, dan mengidentifikasi apa yang berjalan baik serta area yang perlu diperbaiki. Dalam sesi coaching juga mendorong refleksi melalui pertanyaan-pertanyaan berbobot mengenai alasan, dampak, dan alternatif keputusan yang mungkin lebih baik pada langkah opsi trilema. Selain itu, sesi coaching membantu mengidentifikasi dan mengatasi hambatan yang muncul setelah implementasi keputusan, serta bekerja sama untuk menemukan solusi yang efektif. Jika diperlukan, coaching memfasilitasi penyesuaian strategi atau pendekatan untuk meningkatkan efektivitas keputusan di masa depan.

Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial-emosional sangat mempengaruhi pengambilan keputusan, terutama dalam dilema etika. Guru dengan kompetensi sosial emosional yang baik dapat mengelola emosinya dan memahami perspektif orang lain, sehingga membuat keputusan yang lebih rasional, adil dan bijaksana. Kesadaran sosial dalam bentuk rasa empati membantu guru dalam menilai dampak keputusan terhadap semua pihak, sementara keterampilan berelasi yang baik memudahkan untuk berdiskusi dengan semua pihak yang terlibat untuk memberikan penjelasan keputusan dan mengurangi konflik. Dengan demikian, kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, ketrampilan berelasi serta kemampuan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab akan menghasilkan keputusan yang tepat dan berdampak positif.

 

Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika sering kali kembali kepada nilai-nilai yang dianut oleh pendidik karena nilai-nilai ini membentuk dasar untuk penilaian dan pengambilan keputusan. Nilai yang dianut dan diyakini seperti kejujuran, keadilan, dan empati mempengaruhi cara pendidik mengevaluasi situasi dan memilih solusi. Misalnya, nilai keadilan akan mendorong solusi yang adil, sedangkan nilai empati akan fokus pada dampak emosional keputusan. Dengan demikian, nilai-nilai yang dianut pendidik menjadi panduan penting dalam menilai dan memutuskan kasus yang berkaitan dengan masalah moral atau etika.

 

Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat sangat berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman. Keputusan yang bijaksana memastikan bahwa kebijakan dan tindakan yang diambil mendukung kesejahteraan semua pihak dan memenuhi kebutuhan serta harapan mereka. Misalnya, keputusan yang adil dan transparan menciptakan rasa kepercayaan dan keamanan di antara pihak yang terlibat. Keputusan yang mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesehatan mendukung lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pihak. Selain itu, keputusan yang mewujudkan kolaborasi dan komunikasi efektif membantu menciptakan suasana kerja atau belajar yang positif dan kondusif. Dengan demikian, keputusan yang tepat berkontribusi pada pembentukan lingkungan yang positif, kondusif dan aman.

 

Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan pertama adalah pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika di lingkungan saya sering kali melibatkan perbedaan nilai dan sudut pandang yang berbeda, hal tersebut dapat menyulitkan pencapaian kesepakatan dan memerlukan keterampilan komunikasi dan negosiasi. Tantangan kedua adalah tekanan dari berbagai pihak, seperti orang tua atau kolega, serta konflik kepentingan, juga dapat mempersulit pengambilan keputusan yang adil.

Tantangan pertama ada kaitan dengan perubahan paradigma, karena perubahan ini mempengaruhi standar dalam pengambilan keputusan, seperti perubahan sistem kenaikan kelas dari paradigma Kurikulum 2013 dengan kurikulum Merdeka berbeda sehingga akan menimbulkan perspektif yang berbeda juga yang susah disatukan.

 

Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

 

Pengambilan keputusan dalam pengajaran berpengaruh besar pada upaya memerdekakan murid, karena menentukan seberapa besar kebebasan dan dukungan yang mereka terima untuk mengembangkan potensi mereka yang berbeda-beda. Memilih metode pembelajaran yang interaktif dan adaptif sesuai kebutuhan murid memungkinkan murid lebih terlibat dan mengembangkan keterampilan kritis. Selain itu, fleksibilitas dalam kurikulum dan evaluasi yang beragam membantu menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan kemampuan individu murid, memberikan mereka kendali lebih besar atas proses belajarnya sesuai minat dan gaya belajar mereka. Berdasarkan hal-hal tadi maka keputusan yang tepat untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kemandirian dan pertumbuhan setiap murid adalah pembelajaran berdifferensiasi yang akan mengakomodir sesuai kebutuhan dan kondisi murid.

 

Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran, seperti kepala sekolah atau guru, memiliki pengaruh besar terhadap masa depan murid melalui keputusan yang diambilnya. Pemilihan kurikulum, metode pengajaran, dan budaya sekolah membentuk pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai karakter yang akan dibawa murid dalam hidup mereka. Strategi pembelajaran yang interaktif, budaya yang inklusif, serta dukungan khusus bagi murid dengan kebutuhan tertentu dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan karakter murid. Selain itu, Keputusan yang tepat untuk mendukung pengembangan profesional guru dan menyediakan ruang bagi murid untuk mengeksplorasi minat mereka, baik melalui pembelajaran di kelas atau kegiatan ekstrakurikuler, memastikan bahwa setiap murid mendapatkan pendidikan yang relevan dan bermakna, hal ini akan mempersiapkan murid untuk menuju masa depan yang sukses.

 

Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir yang saya dapatkan dari pembelajaran materi ini dan keterkaitannya dengan modul sebelumnya bahwa pengambilan keputusan merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran. Keputusan pemimpin pembelajaran harus berdasarkan pada filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu menuntun murid sesuai kodratnya dan berpihak kepada murid karena setiap keputusan yang diambil nantinya akan menentukan kompetensi dan karakter murid di masa depan. Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab dengan mengutamakan nilai-nilai kebajikan yang telah menjadi kesepakatan kelas sehingga bisa menciptakan budaya positif di dalam kelas. Pembelajaran sosial emosional dan pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu bentuk pengambilan keputusan seorang pemimpin pembelajaran atau guru terhadap penentuan strategi pembelajaran dalam memenuhi keberagaman kebutuhan dan karakter murid-muridnya. Selanjutnya pada tahap perencanaan dalam mengambil keputusan, seorang pemimpin pembelajaran dapat menggunakan alur BAGJA untuk mewujudkan visinya di kelas dan di sekolah sehingga dapat mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan berkarakter sesuai profil pelajar Pancasila.

 

Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Setelah mengikuti proses pembelajaran dalam modul 3.1, saya merasa cukup memahami konsep-konsep yang dipelajari pada modul ini, seperti dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Materi pada modul ini menjadi bekal bagi saya dalam membuat keptusan yang tepat dan bijaksana ke depan. Hal yang diluar dugaan saya adalah bahwa sebagai pemimpin pembelajaran kita tidak semata-mata mengambil keputusan hanya berdasarkan aturan dan rasa keadilan saja, namun diatas semua itu bahwa keputusan yang dibuat haruslah melihat sudut pandang yang lain yang juga benar yaitu bagaimana Keputusan akhir harus bisa lebih berpihak kepada murid.

 

Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Pernah, saya menerapkan pengambilan keputusan dengan menggunakan salah satu dari 3 prinsip penyelesaian dilema yaitu Berpikir berbasis rasa peduli. Langkah-langkah dalam mengambil dan menguji keputusan hanya sebagian digunakan tidak runut dan lengkap seperti 9 langkah yang dipelajari pada modul ini. Beberapa langkah yang saya lakukan dari 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, adalah mengenali nila-nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa saja yang terlibat, menggali fakta yang relevan di lapangan, untuk selanjutnya pengujian benar salah pun dilakukan dengan melihat apakah ada aspek pelanggaran hukum dan peraturan dan bagaimana perasaan kita melalui uji intuisi. Perbedaan dengan apa yang saya pelajari pada modul ini adalah tidak semua prosedur 9 langkah pengambilan Keputusan dilaksanakan semua, begitu juga dalam pengujian benar salah belum semua dilakukan.

 

Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Dampak yang paling signifikan bagi saya setelah mempelajari konsep ini adalah saya dapat memahami perbedaan dilema etika dan bujukan moral. Pemahaman ini nantinya tentu saja akan meningkatkan keterampilan saya dalam membuat berbagai keputusan yang tepat dan bijaksana. Seorang pemimpin yang tidak mampu membedakan 2 hal ini maka dikhawatirkan keputusan yang dibuat menjadi tidak tepat bahkan berdampak negatif. Oleh sebab itu saya sebagai seorang pemimpin harus mampu mengidentifikasi antara dilema etika dengan bujukan moral. Sebelumnya saya mengambil keputusan hanya menggunakan landasan peraturan sebagai pedoman benar dan salah, setelah mempelajari modul ini saya bisa memiliki perspektif lain dalam memutuskan suatu kasus agar keputusannya lebih tepat dan bijaksana. Untuk kasus bujukan moral saya lebih mudah untuk memutuskannya karena hanya paradigma benar dan salah, namun untuk kasus dilema etika saya harus memutuskannya dengan menerapkan 9 langkah dalam mengambil dan menguji keputusannya karena menyangkut paradigma benar lawan benar sehingga tidak salah mengambil keputusan.

 

Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Topik modul ini sangat penting  bagi saya karena modul ini memberikan pemahaman yang utuh bagi saya dalam mengambil keputusan, baik sebagai individu maupun sebagai pemimpin. Melalui modul ini saya memahami cara membuat keputusan yang tepat dan bijaksana dengan menerapkan 9 langkah dalam mengambil dan menguji sebuah keputusan. Dengan menggunakan langkah-langkah tersebut maka keputusan yang saya ambil menjadi lebih baik dan berdampak positif dibandingkan keputusan yang saya ambil sebelum mempelajari modul ini.


Jumat, 14 Juni 2024

 AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

Oleh Almubarak Hadi, S.Pd


Latar Belakang

Aksi nyata penerapan budaya positif di sekolah merupakan tugas yang harus dilaksanakan seorang calon guru penggerak dalam mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak. Penerapan budaya positif merupakan langkah yang esensial dalam upaya peningkatan nilai karakter murid. Nilai-nilai karakter seperti religius, kebhinekaan global, kemandirian, gotong royong, kreatif, dan bernalar kritis menjadi fondasi yang perlu ditanamkan sejak dini. Dengan menerapkan budaya positif, diharapkan murid tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dalam era digital yang penuh dengan dinamika perkembangan teknologi informasi seperti internet, media sosial, dan game online, tantangan dalam menjaga dan meningkatkan nilai-nilai karakter murid semakin kompleks. Dampak negatif dari paparan teknologi yang tidak terkontrol sering kali terlihat pada penurunan nilai-nilai moral dan etika di kalangan murid. Oleh karena itu, penerapan budaya positif di sekolah menjadi salah satu solusi strategis yang penting untuk membentuk karakter murid yang lebih baik.

Tujuan

Tujuan utama dari aksi nyata penerapan budaya positif di sekolah adalah untuk menyelesaikan tugas seorang calon guru penggerak pada modul 1.4 Pendidikan Guru Penggerak . Selain itu tujuannya adalah meningkatkan nilai karakter murid melalui internalisasi nilai-nilai profil pelajar Pancasila. Program ini bertujuan untuk membentuk murid yang memiliki nilai-nilai luhur seperti religius, kebhinekaan global, kemandirian, gotong royong, kreatif, dan bernalar kritis, serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah Aksi Nyata Penerapan Budaya Positif

Langkah-langkah aksi nyata ini dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu yang telah direncanakan yaitu mulai 
  1. Diskusi dengan Pihak Sekolah: Diskusi dengan kepala sekolah dan pihak wakil kepala sekolah untuk mendapatkan dukungan dan menyelaraskan program penerapan budaya positif. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa seluruh elemen sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan manfaat program ini.

  2. Sosialisasi kepada Warga Sekolah tentang Budaya Positif: Sosialisasi dilakukan kepada seluruh warga sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, murid, dan tenaga kependidikan. Sosialisasi bertujuan untuk membangun kesadaran dan komitmen bersama dalam menerapkan budaya positif di sekolah. Budaya positif sekolah mencakup tentang Disiplin Positif, Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Keyakinan Kelas, Kebutuhan Dasar Manusia, Posisi Kontrol Guru, dan Segitiga Restitusi 

  3. Pembentukan Tim Penerapan Budaya Positif: Tim khusus ini dinamakan Tim PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yang dibentuk untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program. Tim ini terdiri dari perwakilan guru, murid, dan tenaga kependidikan yang memiliki komitmen tinggi terhadap keberhasilan program.

  4. Penyusunan Rencana Program dan Pencetakan Administrasi: Menyiapkan dokumen administrasi yang diperlukan untuk penerapan budaya positif. Dokumen ini mencakup rencana kerja, jadwal kegiatan, dan instrumen evaluasi.

Dukungan yang Dibutuhkan

  1. Partisipasi Aktif Seluruh Warga Sekolah dan Masyarakat: Dukungan dari seluruh warga sekolah, termasuk guru, murid, dan orang tua, sangat diperlukan. Partisipasi aktif masyarakat sekitar sekolah juga penting untuk memperkuat lingkungan yang mendukung budaya positif.

  2. Dukungan Legalitas dan Kebijakan: Dukungan berupa Surat Keputusan (SK) dari kepala sekolah untuk tim penerapan budaya positif. Legalitas ini memberikan dasar hukum yang kuat dan memastikan keberlanjutan program.

  3. Dukungan Dana dan Peralatan: Ketersediaan dana dan peralatan yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Dana ini digunakan untuk pelatihan, sosialisasi, dan kegiatan operasional lainnya.

Evaluasi dan Pemantauan

Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas program. Pemantauan ini mencakup pengukuran perubahan nilai karakter murid, tingkat partisipasi warga sekolah, dan dampak keseluruhan dari penerapan budaya positif. Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki dan mengembangkan program lebih lanjut tentang penerapan budaya positif

Tolak Ukur / Indikator Keberhasilan Aksi Nyata

Ada 3 tolak ukur / indikator keberhasilan aksi nyata di sekolah yaitu:

  1. Terlaksananya diseminasi / sosialisasi tentang budaya positif di sekolah
  2. Terlaksananya pembentukan keyakinan kelas di setiap kelas
  3. Terlaksananya penerapan segitiga Restitusi dalam penanganan siswa bermasalah

Terlaksananya diseminasi sosialisasi tentang budaya positif di sekolah dan terlaksananya pembentukan keyakinan kelas sudah dilakukan oleh saya sebagai calon guru penggerak, hasilnya bisa dilihat pada video berikut ini 



Berikut ini adalah video tanggapan peserta diseminasi dari rekan sejawat setelah selesai mengikuti diseminasi budaya positif :


Sedangkan terlaksananya penerapan segitiga restitusi bisa dilihat pada video berikut ini :



Selasa, 20 Oktober 2020

LAPORAN PERJALANAN WEBINAR PARADE KALTENG BERBAGI TAHUN 2020

         


        Berawal dari arahan instruktur coaching clinic pada kegitan PembaTIK level 4 Berbagi bahwa tugas level 4 untuk kegiatan sosialisasi tatap maya/tatap muka bisa dilakukan secara berkolaborasi antar SRB. Saya dan rekan saya yang satu sekolah di SMK Negeri 2 Sampit akhirnya memutuskan untuk berkolaborasi dengan rekan SRB dari sekolah lain. Kemudian kami menjapri lewat whatsapp kepada 2 orang SRB untuk diajak berkolaborasi sehingga terpilihlah SRB dari SMA Negeri 2 Balai Riam dan SRB dari SMP Negeri 4 Sampit. Persiapan awal dilakukan pembentukan grup whatsapp untuk memudahkan kordinasi kegiatan dan pembagian tugas. Selain itu disepakati nama webinarnya adalah "Parade Kalteng Berbagi" agar bisa menarik peserta dari guru-guru yang ada di Kalimantan Tengah. Pembagian tugas anggota dalam tim Parade Kalteng dibagi sesuai kemampuannya masing-masing yaitu

1. Almubarak Hadi, S.Pd (SMK Negeri 2 Sampit) bertugas mencari peserta dan melobi kepala sekolah
2. Brawijaya, S.ST (SMK Negeri 2 Sampit) bertugas membuat room dan fliyer serta merekan kegiatan
3. Halimatul Sa'diyah, S.Si (SMP Negeri 4 Sampit) bertugas membuat daftar hadir dan kuis
4. Asep Listyowati, M.Pd (SMA Negeri 1 Balai Riam) bertugas membuat narasi kegiatan

        Kegiatan sosialisasi Rumah Belajar disepakati secara daring atau tatap maya dengan menggunakan aplikasi zoom cloud meeting. Jenis aplikasi zoom yang digunakan adalah zoom edukasi sehingga haragnya cukup murah dengan masa berlaku sampai 3 bulan, namun zoom jenis ini fiturnya tidak selengkap jenis zoom pro. Untuk lebih jelasnya proses pelaksanaan kegiatan tatap maya ini bisa dilihat pada bagian dibawah ini


1. Tatap Maya / Webinar Parade Kalteng Berbagi Batch 1

Kegiatan webinar pertama ini terlaksana dengan adanya dukungan dari Kepala SMK Negeri 2 Sampit Drs. INO. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zooom pada hari kamis tanggal 08 Oktober 2020 yang dimulai jam 09.30 WIB dan diakhiri jam jam 12.00 WIB. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala SMK Negeri 2 Sampit untuk memotivasi guru-guru SMK Negeri 2 Sampit agar bisa mengikuti kegiatan PembatTIK tahun depan. Setelah selesai sambutan sesi penyampaian materi sosialisasi portal rumah Belajar dimulai, dimana tim Sahabat Rumah Belajar bertugas secara bergantian menjadi moderator dan pemateri. Setelah selesai sesi materi maka diadakan sesi kuis menggunakan aplikasi quiziz, dimana kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk evaluasi penyampaian materi dan untuk memberikan dorprize bagi pemenang 3 besar  Kegiatan sosialisasi ini dihadiri 110 peserta berdasarkan rekap presensi. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar hingga akhir acara tanpa hambatan yang berarti. 

Materi sosialisasi yang disampaikan oleh SRB pada webinar ini adalah

1. Almubarak Hadi, S.Pd : Pemanfaatan Fitur Sumber Belajar
2. Brawijaya, S.ST : Pengenalan Kelas Digital untuk Pembelajaran Jarak Jauh
3. Halimatul Sa'diyah, S.Si : Praktikum Jarak Jauh Dengan Memanfaatkan Fitur Lab Maya
4. Asep Listiyowati, M.Pd : Pengenalan Rumah Belajar

Adapun bukti kegiatan webinar batch 1 adalah sebagai berikut :

a. Fliyer batch 1



b. Screenshot batch 1

c. Presensi Webinar batch 1

    Daftar hadir webinar batch 1


2. Tatap Maya / Webinar Parade Kalteng Berbagi Batch 2

Kegiatan webinar kedua ini terlaksana dengan adanya dukungan dari Kepala SMK Negeri 1 Cempaga Bapak Suwandi, S.Pd dan Kepala SMK Negeri 1 Cempaga Hulu Bapak Istanta, S.Pd, M.T. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zooom pada hari Senin tanggal 12 Oktober 2020 yang dimulai jam 09.00 WIB dan diakhiri jam jam 11.00 WIB. Acara langsung dimulai dengan sesi penyampaian materi sosialisasi portal rumah Belajar, dimana tim Sahabat Rumah Belajar bertugas secara bergantian menjadi moderator dan pemateri. Setelah selesai sesi materi maka diadakan sesi kuis menggunakan aplikasi quiziz, dimana kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk evaluasi penyampaian materi dan untuk memberikan dorprize bagi pemenang 3 besar  Kegiatan sosialisasi ini dihadiri 41 peserta berdasarkan rekap presensi. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar hingga akhir acara tanpa hambatan yang berarti. 

Materi sosialisasi yang disampaikan oleh SRB pada webinar ini adalah

1. Almubarak Hadi, S.Pd : Pemanfaatan M-Edukasi dalam Pembelajaran
2. Brawijaya, S.ST : Pengenalan Aplikasi Rumah Belajar Berbasis Android Sebagai Alternatif PJJ
3. Halimatul Sa'diyah, S.Si : Belajar Asyik di Rumah aja dengan Fitur Edugame
4. Asep Listiyowati, M.Pd : Pemanfaatan Fitur Bank Soal dalam Pembelajaran

Adapun bukti kegiatan webinar batch 2 adalah sebagai berikut :

a. Fliyer batch 2



b. Screenshot batch 2


c. Presensi Webinar batch 2

    Daftar hadir webinar batch 2


3. Tatap Maya / Webinar Parade Kalteng Berbagi Batch 3

Kegiatan webinar ketiga ini terlaksana dengan adanya dukungan dari Kepala SMA Negeri 1 Sukamara Bapak Edy Kasim, S,Ag dan kepala SMA Negeri 1 Balai Riam Bapat Joko Purwoto. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zooom pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2020 yang dimulai jam 08.30 WIB dan diakhiri jam jam 10.30 WIB. Acara langsung dimulai penyampaian materi sosialisasi portal rumah Belajar, dimana tim Sahabat Rumah Belajar bertugas secara bergantian menjadi moderator dan pemateri. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Duta Rumah Belajar Kalimantan Tengah Tahun 2018 Bapak Burhanudin dari SMA IT Almadaniyah Samuda, beliau diminta memberikan motivasi dan berbagi pengalaman tentang kegiatan PembaTIK dan Portal rumah Belajar. Setelah selesai sesi materi seperti biasa diadakan sesi kuis menggunakan aplikasi quiziz, dimana kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk evaluasi penyampaian materi dan untuk memberikan dorprize bagi pemenang 3 besar  Kegiatan sosialisasi ini dihadiri 12 peserta berdasarkan rekap presensi. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar hingga akhir acara tanpa hambatan yang berarti. 

Materi sosialisasi yang disampaikan oleh SRB pada webinar ini adalah

1. Almubarak Hadi, S.Pd : Pemanfaatan Suara Edukasi dalam Pembelajaran
2. Brawijaya, S.ST : Pengenalan Kelas Maya Berbasis Android untuk PJJ
3. Halimatul Sa'diyah, S.Si : Meningkatkan Kompetensi Guru dengan Fitur PKB
4. Asep Listiyowati, M.Pd : Pemanfaatan Fitur Sumber Belajar dalam Pembelajaran

Adapun bukti kegiatan webinar batch 3 adalah sebagai berikut :

a. Fliyer batch 3



b. Screenshot batch 3


c. Presensi Webinar batch 1

    Daftar hadir webinar batch 3


4. Tatap Maya / Webinar Parade Kalteng Berbagi Batch 4

Kegiatan webinar keempat ini terlaksana dengan adanya dukungan dari Kepala SMA Negeri 2 Pangkalanbun Ibu Farida, M.Pd dan Kepala SMK Negeri 3 Sampit Bapak Drs. I Nyoman Sueta. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zooom pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2020 yang dimulai jam 08.30 WIB dan diakhiri jam jam 10.30 WIB. Acara diawali sambutan dari Kepala SMA N 2 Pangkalanbun yang memotivasi guru-guru untuk mengikuti kegiatan PembaTIK ini, setelah sambutan maka dimulai penyampaian materi sosialisasi portal rumah Belajar, dimana tim Sahabat Rumah Belajar bertugas secara bergantian menjadi moderator dan pemateri. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Duta Rumah Belajar Kalimantan Tengah Tahun 2019 Ibu Hanna Kali Wahyuni dari SMA Negeri 2 Palangka Raya, beliau diminta memberikan motivasi dan berbagi pengalaman tentang kegiatan PembaTIK dan Portal rumah Belajar. Setelah selesai sesi materi seperti biasa diadakan sesi kuis menggunakan aplikasi quiziz, dimana kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk evaluasi penyampaian materi dan untuk memberikan dorprize bagi pemenang 3 besar  Kegiatan sosialisasi ini dihadiri 30 peserta berdasarkan rekap presensi. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar hingga akhir acara tanpa hambatan yang berarti. 

Materi sosialisasi yang disampaikan oleh SRB pada webinar ini adalah

1. Almubarak Hadi, S.Pd : Pemanfaatan Fitur Peta Budaya Sebagai Sumber Belajar dalam PJJ
2. Brawijaya, S.ST : Pemanfaatan Laboratorium Maya Sebagai Alternatif Praktikum Selama  PJJ
3. Halimatul Sa'diyah, S.Si : Mengasah Pengetahuan Peserta Didik dengan Fitur Bank soal
4. Asep Listiyowati, M.Pd : Pemanfaatan TV Edukasi dalam Pembelajaran

Adapun bukti kegiatan webinar batch 4 adalah sebagai berikut :

a. Fliyer batch 4



b. Screenshot batch 4


c. Presensi Webinar batch 4

    Daftar hadir webinar batch 4


5. Tatap Maya / Webinar Parade Kalteng Berbagi Batch 5

Kegiatan webinar kelima ini terlaksana karena adanya permintaan khusus dari Kepala SMK Negeri 1 Telawang Sampit Bapak Ahmad Warhamna, M.Pd untuk membahas secara tuntas Kelas Maya. Pada kegiatan ini hanya 2 SRB yang terlibat yaitu saya sendiri Bapak Almubarak Hadi, S.Pd dan Bapak Brawijaya, S.ST. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom pada hari Jumat tanggal 16 Oktober 2020 yang dimulai jam 08.30 WIB dan diakhiri jam jam 10.30 WIB. Acara diawali sambutan dari Kepala SMK N 1 Telawang yang memotivasi guru-guru untuk mengikuti kegiatan webinar kelas maya ini, setelah sambutan maka dimulai penyampaian materi tentang Kelas Maya, dimana tim Sahabat Rumah Belajar bertugas secara bergantian menjadi moderator dan pemateri.  Setelah selesai sesi materi diberikan sesi diskusi dan tanya jawab jika masih ada yang belum paham. Kegiatan berjalan sangat interaktif meskipun peserta hanya menggunakan satu akun zoom sekolah untuk ditayangkan menggunakan LCD agar bisa dilihat bersama-sama. Keterbatasan fasilitas dan jaringan internet tidak membuat mereka pasrah dengan keadaan, dengan semangat yang tinggi untuk mengabdi di dunia pendidikan mereka tetap ingin menggunakan kelas maya dalam pembelajaran.  Kegiatan sosialisasi ini dihadiri 16 peserta berdasarkan rekap presensi. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar hingga akhir acara tanpa hambatan yang berarti. 

Materi sosialisasi yang disampaikan oleh SRB pada webinar ini adalah

1. Almubarak Hadi, S.Pd : Kupas Tuntas Kelas Maya sebagai Siswa
2. Brawijaya, S.ST : Kupas Tuntas Kelas Maya sebagai Guru

Adapun bukti kegiatan webinar batch 5 adalah sebagai berikut :

a. Fliyer batch 5



b. Screenshot batch 5

c. Presensi Webinar batch 5

    Daftar hadir webinar batch 5


6. Tatap Maya / Webinar Parade Kalteng Berbagi Batch 6

Kegiatan webinar keenam ini terlaksana dengan adanya dukungan dari Kepala Bidang SD dan SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zooom pada hari Sabtu tanggal 17 Oktober 2020 yang dimulai jam 09.00 WIB dan diakhiri jam jam 11.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Duta Rumah Belajar Kalimantan Tengah Tahun 2017 Bapak Achmad Mujahid, S.Pt, M.Pd dari SMA Negeri 1 Balai Riam, di awal acara beliau diminta memberikan motivasi dan berbagi pengalaman tentang kegiatan PembaTIK dan Portal rumah Belajar. Setelah sambutan dari DRB acara dimulai dengan sesi penyampaian materi sosialisasi portal rumah Belajar, dimana tim Sahabat Rumah Belajar bertugas secara bergantian menjadi moderator dan pemateri. Setelah selesai sesi materi maka kembali diadakan sesi kuis menggunakan aplikasi quiziz, dimana kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk evaluasi penyampaian materi dan untuk memberikan dorprize bagi pemenang 3 besar  Kegiatan sosialisasi ini dihadiri 29 peserta berdasarkan rekap presensi. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar hingga akhir acara tanpa hambatan yang berarti. 

Materi sosialisasi yang disampaikan oleh SRB pada webinar ini adalah

1. Almubarak Hadi, S.Pd : Pemanfaatan Fitur Peta BSE Sebagai Sumber Belajar dalam PJJ
2. Brawijaya, S.ST : Pengenalan Laboratorium Maya Untuk Praktikum Selama  PJJ
3. Halimatul Sa'diyah, S.Si : Mengisi Konten Pada Kelas Maya
4. Asep Listiyowati, M.Pd : Pengenalan Fitur PKB dan Pemanfaatannya

Adapun bukti kegiatan webinar batch 6 adalah sebagai berikut :

a. Fliyer batch 6



b. Screenshot batch 6


c. Presensi Webinar batch 6

    Daftar hadir webinar batch 6

Minggu, 18 Oktober 2020

PENGGUNAAN APLIKASI KONFERENSI VIDEO DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH

       

Sumber : https://pixabay.com/id

            Konferensi video (Video conference) menjadi salah satu aplikasi yang mulai booming digunakan di sekolah dalam pembelajaran jarak jauh atau tatap maya saat pandemi covid 19. Konferensi video adalah komunikasi data yang ditransmisikan dalam bentuk video serta audio. Aplikasi konferensi video ini memungkinkan guru bisa bertemu secara maya meskipun terpisah oleh jarak yang jauh sehingga guru dan siswa bisa berinteraksi dengan saling melihat walaupun tidak bisa bersentuhan secara fisik. Salah satu keunggulan aplikasi konferensi video ini juga memungkinkan guru bisa berkomunikasi secara verbal dan non verbal sehingga pesan atau materi pelajaran yang disampaikan menjadi lebih jelas dan komunikatif karena umpan balik dapat dilakukan saat itu juga.

             Penggunaan aplikasi konferensi video ini memerlukan jaringan koneksi internet yang stabil dan menghabiskan kuota data yang lebih besar dibandingkan aplikasi berbasis tulisan atau suara. Oleh karena itu pengguna harus mempersiapkan 2 hal berikut sebelum meggunakan konferensi video yaitu mencari sinyal internet yang stabil dan kuat serta menyiapkan kuota data yang cukup. Dua hal ini yang menjadi hambatan atau kendala bagi pengguna konferensi video di dunia pendidikan atau sekolah, hal pertama menjadi kendala bagi pengguna yang berada di daerah yang jaringan koneksi internetnya jelek misalnya siswa yang berada di pedesaan atau perkebunan, sedangkan hal kedua menjadi kendala bagi pengguna yang tidak memiliki cukup dana untuk membeli kuota data yang besar misal siswa yang berasal dari keluarga miskin. Kendala yang pertama hanya bisa diatasi dengan mencari lokasi yang sinyal internetnya stabil, jika sinyal internet tidak stabil selama menggunakan konferensi video maka pengguna bisa mematikan fitur video atau kamera sehingga cukup dengan mendengarkan suaranya saja. Kendala yang kedua sudah bisa diatasi dengan adanya kebijakan pemerintah untuk memberi bantuan kuota internet kepada siswa dan guru.

Berikut ini contoh RPP yang mengintegrasikan konferensi video dalam pembelajaran

   

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PERTEMUAN 1

1.  Identitas

 Sekolah                              : SMK Negeri 2 Sampit

 Mata Pelajaran                    : Teknologi Dasar Otomotif

 Kompetensi Keahlian          : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor

 Kelas/Semester                   : X/1 (Gasal)

 Alokasi Waktu                    : 3 JP (3 X 30 Menit)

 

2.    Kompetensi Dasar

3.1. Memahami prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

4.1. Mengidentifikasi potensi dan resiko kecelakaan kerja

 

3.    Tujuan Pembelajaran

Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik mampu menguraikan prinsif keselamatan kerja serta menerangkan jenis-jenis peralatan keselamatan dan kesehatan kerja dengan tepat secara mandiri

 

4.    Kegiatan Pembelajaran (15 Menit)

4.1 Kegiatan Pendahuluan   

        Kegiatan pendahuluan bisa dilakukan menggunakan konferensi video seperti zoom cloud meeting

Ø  Salam dan Presensi Peserta Didik

Guru memberikan salam dan mengecek kehadiran peserta didik dengan mengecek jumlah partisipan dan meminta siswa mengisi link presensi melalui google form yang ada di classroom

Ø  Motivasi

Guru memberi semangat untuk ikut pembelajaran TDO meskipun dilakukan secara online

Ø  Apersepsi Materi Pelajaran

Guru menyampaikan  KD, tujuan pembelajaran dan langkah-langkah pembelajaran, teknik penilaian yang akan dipakai pada pembelajaran TDO melalui aplikasi google classroom dan zoom

Ø  Guru mengajak peserta didik untuk berdo’a sebelum mulai pembelajaran

4.2 Kagiatan Inti (60 Menit)

Ø  Mengamati

Guru menampilkan beberapa gambar/video melalui aplikasi zoom cloud meeting, dan peserta didik mengamati gambar/video yang ditayangkan oleh guru. Link video juga dibagikan di google classroom untuk bahan diskusi.

Ø  Menanya

Guru memberikan pertanyaan pada google classroom mengenai gambar/video yang dibagikan oleh guru yang berkaitan dengan prinsif keselamatan kerja dan jenis-jenis peralatan keselamatan dan kesehatan kerja

Ø  Mengumpulkan Informasi

Peserta didik mencari jawaban atas pertanyaan guru, dengan membaca materi yang di upload / dibagikan guru dalam aplikasi google classroom atau berdiskusi dengan peserta didik  lain melalui forum diskusi yang ada di google classroom.

Ø  Mengasosiasikan/Menyusun Hasil

Peserta Didik mengolah data dari berbagai sumber untuk menyusun jawaban tentang prinsif keselamatan kerja dan jenis-jenis peralatan keselamatan dan kesehatan kerja kemudian menuliskan hasilnya di buku.

Ø  Mengomunikasikan hasil mengolah informasi

Kemudian perwakilan peserta didik bisa mempresentasikan hasil jawabannya menggunakan aplikasi zoom cloud meeting dan peserta didik lain bisa bertanya atau memberikan masukan. Setelah selesai presentasi peserta didik mengirimkan hasil jawaban pertanyaan dengan cara memfoto lembar jawaban yang dibuat dalam buku, kemudian di kirim di kolom tanggapan pada aplikasi google classroom

4.3. Penutup (15 Menit)

Ø  Mereviu Materi

Memfasilitasi peserta didik untuk mereviu materi tentang prinsif keselamatan kerja dan jenis-jenis peralatan keselamatan dan kesehatan kerja melalui aplikasi konferensi video seperti zoom cloud meeting

Ø  Menyimpulkan Pembelajaran

Bersama Peserta didik, guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran melalui apilkasi zoom.

Ø  Salam Penutup

Guru Menutup pembelajaran dengan mengajak berdoa bersama dan mengakhiri dengan mengucap salam

 

5.       Penilaian

5.1.Teknik Penilaian :

Ø  Penilaian Sikap : Lembar Observasi keaktifan di kelas online.

Ø  Penilaian Pengetahuan : Tes Tulis menggunakan aplikasi google form

Ø  Penilaian Ketrampilan : Portofolio

 

5.2. Instrumen Penilaian

Ø  Format Penilaian Keaktifan

NO

NAMA

HADIR (25%)

BERTANYA

(25%)

MENJAWAB

(25%)

BERPENDAPAT

(25%)

NILAI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ø  Format Penilaian Tes Tulis

NO

NAMA

NILAI

 

 

 

 

 

 

 

Ø  Format Penilaian Ketrampilan

NO

NAMA

NILAI

 

 

 

 

 

 

 

 

Menyetujui,

Waka Kurikulum,

 

 

Sulistyorini, SP

NIP. 19731223 200604 2 003

 

Sampit, 13 Juli 2020

Guru Mata Pelajaran

 

 

Almubarak Hadi, SPd

NIP. 19820322 201001 1005

                                                                           

Mengetahui,

Kepala SMKN-2 Sampit

 

 

Drs. INO

NIP. 19620603 200003 1 004