Jumat, 14 Juni 2024

 AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

Oleh Almubarak Hadi, S.Pd


Latar Belakang

Aksi nyata penerapan budaya positif di sekolah merupakan tugas yang harus dilaksanakan seorang calon guru penggerak dalam mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak. Penerapan budaya positif merupakan langkah yang esensial dalam upaya peningkatan nilai karakter murid. Nilai-nilai karakter seperti religius, kebhinekaan global, kemandirian, gotong royong, kreatif, dan bernalar kritis menjadi fondasi yang perlu ditanamkan sejak dini. Dengan menerapkan budaya positif, diharapkan murid tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dalam era digital yang penuh dengan dinamika perkembangan teknologi informasi seperti internet, media sosial, dan game online, tantangan dalam menjaga dan meningkatkan nilai-nilai karakter murid semakin kompleks. Dampak negatif dari paparan teknologi yang tidak terkontrol sering kali terlihat pada penurunan nilai-nilai moral dan etika di kalangan murid. Oleh karena itu, penerapan budaya positif di sekolah menjadi salah satu solusi strategis yang penting untuk membentuk karakter murid yang lebih baik.

Tujuan

Tujuan utama dari aksi nyata penerapan budaya positif di sekolah adalah untuk menyelesaikan tugas seorang calon guru penggerak pada modul 1.4 Pendidikan Guru Penggerak . Selain itu tujuannya adalah meningkatkan nilai karakter murid melalui internalisasi nilai-nilai profil pelajar Pancasila. Program ini bertujuan untuk membentuk murid yang memiliki nilai-nilai luhur seperti religius, kebhinekaan global, kemandirian, gotong royong, kreatif, dan bernalar kritis, serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah Aksi Nyata Penerapan Budaya Positif

Langkah-langkah aksi nyata ini dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu yang telah direncanakan yaitu mulai 
  1. Diskusi dengan Pihak Sekolah: Diskusi dengan kepala sekolah dan pihak wakil kepala sekolah untuk mendapatkan dukungan dan menyelaraskan program penerapan budaya positif. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa seluruh elemen sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan manfaat program ini.

  2. Sosialisasi kepada Warga Sekolah tentang Budaya Positif: Sosialisasi dilakukan kepada seluruh warga sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, murid, dan tenaga kependidikan. Sosialisasi bertujuan untuk membangun kesadaran dan komitmen bersama dalam menerapkan budaya positif di sekolah. Budaya positif sekolah mencakup tentang Disiplin Positif, Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Keyakinan Kelas, Kebutuhan Dasar Manusia, Posisi Kontrol Guru, dan Segitiga Restitusi 

  3. Pembentukan Tim Penerapan Budaya Positif: Tim khusus ini dinamakan Tim PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yang dibentuk untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program. Tim ini terdiri dari perwakilan guru, murid, dan tenaga kependidikan yang memiliki komitmen tinggi terhadap keberhasilan program.

  4. Penyusunan Rencana Program dan Pencetakan Administrasi: Menyiapkan dokumen administrasi yang diperlukan untuk penerapan budaya positif. Dokumen ini mencakup rencana kerja, jadwal kegiatan, dan instrumen evaluasi.

Dukungan yang Dibutuhkan

  1. Partisipasi Aktif Seluruh Warga Sekolah dan Masyarakat: Dukungan dari seluruh warga sekolah, termasuk guru, murid, dan orang tua, sangat diperlukan. Partisipasi aktif masyarakat sekitar sekolah juga penting untuk memperkuat lingkungan yang mendukung budaya positif.

  2. Dukungan Legalitas dan Kebijakan: Dukungan berupa Surat Keputusan (SK) dari kepala sekolah untuk tim penerapan budaya positif. Legalitas ini memberikan dasar hukum yang kuat dan memastikan keberlanjutan program.

  3. Dukungan Dana dan Peralatan: Ketersediaan dana dan peralatan yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Dana ini digunakan untuk pelatihan, sosialisasi, dan kegiatan operasional lainnya.

Evaluasi dan Pemantauan

Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas program. Pemantauan ini mencakup pengukuran perubahan nilai karakter murid, tingkat partisipasi warga sekolah, dan dampak keseluruhan dari penerapan budaya positif. Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki dan mengembangkan program lebih lanjut tentang penerapan budaya positif

Tolak Ukur / Indikator Keberhasilan Aksi Nyata

Ada 3 tolak ukur / indikator keberhasilan aksi nyata di sekolah yaitu:

  1. Terlaksananya diseminasi / sosialisasi tentang budaya positif di sekolah
  2. Terlaksananya pembentukan keyakinan kelas di setiap kelas
  3. Terlaksananya penerapan segitiga Restitusi dalam penanganan siswa bermasalah

Terlaksananya diseminasi sosialisasi tentang budaya positif di sekolah dan terlaksananya pembentukan keyakinan kelas sudah dilakukan oleh saya sebagai calon guru penggerak, hasilnya bisa dilihat pada video berikut ini 



Berikut ini adalah video tanggapan peserta diseminasi dari rekan sejawat setelah selesai mengikuti diseminasi budaya positif :


Sedangkan terlaksananya penerapan segitiga restitusi bisa dilihat pada video berikut ini :



1 komentar:

  1. Mantap Pak, aksi nyata yang dilakukan terstruktur dengan sangat baik dan sangat menginspirasi saya untuk membuka lagi blog saya yang sudah lama terbengkalai

    BalasHapus