Saya Almubarak Hadi, Calon Guru Penggerak
angkatan 10 dari Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Berikut ini adalah kesimpulan
yang saya buat pada tahap koneksi antar materi pada modul 3.1. Kesimpulan ini
dibuat berdasarkan panduan pertanyaan yang ada di LMS.
Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara
dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan
keputusan sebagai seorang pemimpin?
Filosofi Ki Hajar Dewantara
dengan Pratap Triloka (Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut
Wuri Handayani) berkaitan erat dengan pengambilan keputusan sebagai seorang
pemimpin. Sebagai pemimpin, kita harus memberikan teladan dengan mengambil
keputusan yang mencerminkan nilai-nilai etika dan bijaksana (Ing Ngarso Sung
Tulodo). Di tengah-tengah anggota, kita perlu melibatkan dan memotivasi anggota
dengan mendengarkan masukan serta menciptakan lingkungan yang kolaboratif (Ing
Madya Mangun Karso). Setelah keputusan diambil, peran kita adalah memberi
dorongan dan dukungan kepada anggota untuk melaksanakannya dengan penuh
keyakinan (Tut Wuri Handayani). Dengan menerapkan filosofi ini, kita
tidak hanya memimpin dengan bijak, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan
yang membahagiakan dan berpihak pada murid.
Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri
kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan
suatu keputusan?
Nilai-nilai yang tertanam dalam
diri kita berfungsi sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan.
Nilai-nilai ini membentuk pandangan kita tentang apa yang dianggap benar,
penting, dan bermakna, sehingga mempengaruhi prinsip-prinsip yang kita pegang.
Misalnya, jika seseorang memiliki nilai kejujuran yang kuat, maka dalam
pengambilan keputusan, prinsip keterbukaan dan integritas akan menjadi
prioritas. Begitu juga, jika nilai-nilai seperti kesetaraan atau empati
mendominasi, maka keputusan yang diambil cenderung mempertimbangkan dampak
sosial dan kesejahteraan orang lain. Dengan demikian, nilai-nilai ini secara
langsung akan membimbing kita dalam memilih prinsip yang dijadikan pedoman
dalam pengambilan Keputusan. Selain itu nilai-nilai tersebut akan memastikan
bahwa setiap keputusan yang diambil sudah selaras nilai kebajikan yang sudah
tertanam dalam dirinya.
Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan
dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau
fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian
pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan
tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas
pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh
sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.
Materi pengambilan keputusan
sangat terkait dengan kegiatan ‘coaching’ dalam proses pengambilan dan evaluasi
keputusan. Dalam sesi coaching, pendamping atau fasilitator akan membantu kita
mengevaluasi efektivitas keputusan yang telah diambil, membandingkannya dengan
tujuan awal, dan mengidentifikasi apa yang berjalan baik serta area yang perlu
diperbaiki. Dalam sesi coaching juga mendorong refleksi melalui
pertanyaan-pertanyaan berbobot mengenai alasan, dampak, dan alternatif
keputusan yang mungkin lebih baik pada langkah opsi trilema. Selain itu, sesi coaching
membantu mengidentifikasi dan mengatasi hambatan yang muncul setelah
implementasi keputusan, serta bekerja sama untuk menemukan solusi yang efektif.
Jika diperlukan, coaching memfasilitasi penyesuaian strategi atau pendekatan
untuk meningkatkan efektivitas keputusan di masa depan.
Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan
menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu
keputusan khususnya masalah dilema etika?
Kemampuan guru dalam mengelola
dan menyadari aspek sosial-emosional sangat mempengaruhi pengambilan keputusan,
terutama dalam dilema etika. Guru dengan kompetensi sosial emosional yang baik
dapat mengelola emosinya dan memahami perspektif orang lain, sehingga membuat
keputusan yang lebih rasional, adil dan bijaksana. Kesadaran sosial dalam
bentuk rasa empati membantu guru dalam menilai dampak keputusan terhadap semua
pihak, sementara keterampilan berelasi yang baik memudahkan untuk berdiskusi
dengan semua pihak yang terlibat untuk memberikan penjelasan keputusan dan
mengurangi konflik. Dengan demikian, kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran
sosial, ketrampilan berelasi serta kemampuan pengambilan keputusan yang
bertanggung jawab akan menghasilkan keputusan yang tepat dan berdampak positif.
Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada
masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
Pembahasan studi kasus yang fokus
pada masalah moral atau etika sering kali kembali kepada nilai-nilai yang
dianut oleh pendidik karena nilai-nilai ini membentuk dasar untuk penilaian dan
pengambilan keputusan. Nilai yang dianut dan diyakini seperti kejujuran,
keadilan, dan empati mempengaruhi cara pendidik mengevaluasi situasi dan
memilih solusi. Misalnya, nilai keadilan akan mendorong solusi yang adil,
sedangkan nilai empati akan fokus pada dampak emosional keputusan. Dengan
demikian, nilai-nilai yang dianut pendidik menjadi panduan penting dalam menilai
dan memutuskan kasus yang berkaitan dengan masalah moral atau etika.
Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat,
tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan
nyaman.
Pengambilan keputusan yang tepat
sangat berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan
nyaman. Keputusan yang bijaksana memastikan bahwa kebijakan dan tindakan yang
diambil mendukung kesejahteraan semua pihak dan memenuhi kebutuhan serta
harapan mereka. Misalnya, keputusan yang adil dan transparan menciptakan rasa
kepercayaan dan keamanan di antara pihak yang terlibat. Keputusan yang
mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesehatan mendukung lingkungan yang aman
dan nyaman bagi semua pihak. Selain itu, keputusan yang mewujudkan kolaborasi
dan komunikasi efektif membantu menciptakan suasana kerja atau belajar yang
positif dan kondusif. Dengan demikian, keputusan yang tepat berkontribusi pada
pembentukan lingkungan yang positif, kondusif dan aman.
Apakah tantangan-tantangan di lingkungan
Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema
etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Tantangan pertama adalah pengambilan
keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika di lingkungan saya sering kali
melibatkan perbedaan nilai dan sudut pandang yang berbeda, hal tersebut dapat
menyulitkan pencapaian kesepakatan dan memerlukan keterampilan komunikasi dan negosiasi.
Tantangan kedua adalah tekanan dari berbagai pihak, seperti orang tua atau
kolega, serta konflik kepentingan, juga dapat mempersulit pengambilan keputusan
yang adil.
Tantangan pertama ada kaitan
dengan perubahan paradigma, karena perubahan ini mempengaruhi standar dalam
pengambilan keputusan, seperti perubahan sistem kenaikan kelas dari paradigma
Kurikulum 2013 dengan kurikulum Merdeka berbeda sehingga akan menimbulkan
perspektif yang berbeda juga yang susah disatukan.
Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita
ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana
kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang
berbeda-beda?
Pengambilan keputusan dalam
pengajaran berpengaruh besar pada upaya memerdekakan murid, karena menentukan
seberapa besar kebebasan dan dukungan yang mereka terima untuk mengembangkan
potensi mereka yang berbeda-beda. Memilih metode pembelajaran yang interaktif
dan adaptif sesuai kebutuhan murid memungkinkan murid lebih terlibat dan
mengembangkan keterampilan kritis. Selain itu, fleksibilitas dalam kurikulum
dan evaluasi yang beragam membantu menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan
dan kemampuan individu murid, memberikan mereka kendali lebih besar atas proses
belajarnya sesuai minat dan gaya belajar mereka. Berdasarkan hal-hal tadi maka
keputusan yang tepat untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung
kemandirian dan pertumbuhan setiap murid adalah pembelajaran berdifferensiasi
yang akan mengakomodir sesuai kebutuhan dan kondisi murid.
Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam
mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan
murid-muridnya?
Seorang pemimpin pembelajaran,
seperti kepala sekolah atau guru, memiliki pengaruh besar terhadap masa depan
murid melalui keputusan yang diambilnya. Pemilihan kurikulum, metode
pengajaran, dan budaya sekolah membentuk pengetahuan, keterampilan, dan
nilai-nilai karakter yang akan dibawa murid dalam hidup mereka. Strategi
pembelajaran yang interaktif, budaya yang inklusif, serta dukungan khusus bagi
murid dengan kebutuhan tertentu dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis,
kreativitas, dan karakter murid. Selain itu, Keputusan yang tepat untuk
mendukung pengembangan profesional guru dan menyediakan ruang bagi murid untuk
mengeksplorasi minat mereka, baik melalui pembelajaran di kelas atau kegiatan
ekstrakurikuler, memastikan bahwa setiap murid mendapatkan pendidikan yang
relevan dan bermakna, hal ini akan mempersiapkan murid untuk menuju masa depan
yang sukses.
Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda
tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul
sebelumnya?
Kesimpulan akhir yang saya dapatkan
dari pembelajaran materi ini dan keterkaitannya dengan modul sebelumnya bahwa
pengambilan keputusan merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru
sebagai pemimpin pembelajaran. Keputusan pemimpin pembelajaran harus berdasarkan
pada filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu menuntun murid sesuai kodratnya dan
berpihak kepada murid karena setiap keputusan yang diambil nantinya akan menentukan
kompetensi dan karakter murid di masa depan. Guru sebagai pemimpin pembelajaran
harus mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab dengan mengutamakan
nilai-nilai kebajikan yang telah menjadi kesepakatan kelas sehingga bisa
menciptakan budaya positif di dalam kelas. Pembelajaran sosial emosional dan
pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu bentuk pengambilan keputusan
seorang pemimpin pembelajaran atau guru terhadap penentuan strategi
pembelajaran dalam memenuhi keberagaman kebutuhan dan karakter murid-muridnya.
Selanjutnya pada tahap perencanaan dalam mengambil keputusan, seorang pemimpin
pembelajaran dapat menggunakan alur BAGJA untuk mewujudkan visinya di kelas dan
di sekolah sehingga dapat mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan
berkarakter sesuai profil pelajar Pancasila.
Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep
yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4
paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar
dugaan?
Setelah mengikuti proses
pembelajaran dalam modul 3.1, saya merasa cukup memahami konsep-konsep yang
dipelajari pada modul ini, seperti dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3
prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan. Materi pada modul ini menjadi bekal bagi saya dalam
membuat keptusan yang tepat dan bijaksana ke depan. Hal yang diluar dugaan saya
adalah bahwa sebagai pemimpin pembelajaran kita tidak semata-mata mengambil
keputusan hanya berdasarkan aturan dan rasa keadilan saja, namun diatas semua
itu bahwa keputusan yang dibuat haruslah melihat sudut pandang yang lain yang
juga benar yaitu bagaimana Keputusan akhir harus bisa lebih berpihak kepada
murid.
Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda
menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema?
Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
Pernah, saya menerapkan
pengambilan keputusan dengan menggunakan salah satu dari 3 prinsip penyelesaian
dilema yaitu Berpikir berbasis rasa peduli. Langkah-langkah dalam mengambil dan
menguji keputusan hanya sebagian digunakan tidak runut dan lengkap seperti 9
langkah yang dipelajari pada modul ini. Beberapa langkah yang saya lakukan dari
9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, adalah mengenali nila-nilai yang
saling bertentangan, menentukan siapa saja yang terlibat, menggali fakta yang
relevan di lapangan, untuk selanjutnya pengujian benar salah pun dilakukan
dengan melihat apakah ada aspek pelanggaran hukum dan peraturan dan bagaimana
perasaan kita melalui uji intuisi. Perbedaan dengan apa yang saya pelajari pada
modul ini adalah tidak semua prosedur 9 langkah pengambilan Keputusan dilaksanakan
semua, begitu juga dalam pengujian benar salah belum semua dilakukan.
Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat
Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan
sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
Dampak yang paling signifikan
bagi saya setelah mempelajari konsep ini adalah saya dapat memahami perbedaan dilema
etika dan bujukan moral. Pemahaman ini nantinya tentu saja akan meningkatkan
keterampilan saya dalam membuat berbagai keputusan yang tepat dan bijaksana. Seorang
pemimpin yang tidak mampu membedakan 2 hal ini maka dikhawatirkan keputusan
yang dibuat menjadi tidak tepat bahkan berdampak negatif. Oleh sebab itu saya sebagai
seorang pemimpin harus mampu mengidentifikasi antara dilema etika dengan
bujukan moral. Sebelumnya saya mengambil keputusan hanya menggunakan landasan
peraturan sebagai pedoman benar dan salah, setelah mempelajari modul ini saya bisa
memiliki perspektif lain dalam memutuskan suatu kasus agar keputusannya lebih
tepat dan bijaksana. Untuk kasus bujukan moral saya lebih mudah untuk
memutuskannya karena hanya paradigma benar dan salah, namun untuk kasus dilema etika
saya harus memutuskannya dengan menerapkan 9 langkah dalam mengambil dan
menguji keputusannya karena menyangkut paradigma benar lawan benar sehingga
tidak salah mengambil keputusan.
Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi
Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
Topik modul ini sangat penting bagi saya karena modul ini memberikan
pemahaman yang utuh bagi saya dalam mengambil keputusan, baik sebagai individu
maupun sebagai pemimpin. Melalui modul ini saya memahami cara membuat keputusan
yang tepat dan bijaksana dengan menerapkan 9 langkah dalam mengambil dan
menguji sebuah keputusan. Dengan menggunakan langkah-langkah tersebut maka
keputusan yang saya ambil menjadi lebih baik dan berdampak positif dibandingkan
keputusan yang saya ambil sebelum mempelajari modul ini.
